Visitor

Labels

Followers

Tampilkan postingan dengan label Bahasa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bahasa. Tampilkan semua postingan

2 Mar 2011

Isi Surat Terbuka Putri Nurdin Halid Untuk Rakyat Indonesia & Balasannya!

Pernikahan putri bungsu Nurdin Halid yang menghabiskan biaya Rp 5 Miliar sangat mewah tentunya 
Pernikahan putri bungsu Nurdin Halid yang menghabiskan
biaya Rp 5 Miliar sangat mewah tentunya
Disebuah rubrik di Kompasiana di posting tanngal 22 Februari 2011 surat terbuka putri Nurdin Halid, putri bungsu ketua pengurus PSSI yang bernama Andi Nurhilda Daramata Asiah Indasari ini membela sang ayah Nurdin Halid yang saat ini menjadi fokus hujatan atas pencalonannya kembali sebagai ketua PSSI periode berikutnya. Namanya juga sang anak ya pasti membela sang ayah. Bagaimana isi lengkap surat tersebut berikut kita simak bersama.

Pesta pernikahan Andi Nurhilda Daramata Asiah Indasari  putri bungsu Nurdin Halid diklaimmenghabiskan Rp 5 Miliar
Pesta pernikahan Andi Nurhilda Daramata Asiah Indasari putri bungsu Nurdin Halid diklaimmenghabiskan Rp 5 Miliar
Salam damai rakyat Indonesia,
Perkenalkan saya Andi Nurhilda Daramata Asiah Indasari, putri Bapak Nurdin Halid yang belakangan ini sedang diributkan oleh orang-orang. Saya satu-satunya putri dari enam bersaudara anak pasangan Nurdin Halid dan Andi Nurbani. Dari susunan keluarga ini saja saya sudah bisa melihat bahwa ayah saya orang hebat. Gen laki-laki sangat kuat. Kentara sekali gen orang Bugis dengan karakter lelaki yang kuat. Ya, ayah yang dilahirkan di Watampone pada 17 November 1958 memang dari keluarga Bugis.
Saya sengaja menulis surat ini lantaran ayah terus menerus dihujat. Masyarakat tampaknya termakan berita-berita di televisi maupun surat kabar. Sebenarnya, kalau mau fakta yang sesungguhnya, ada baiknya melihat tayangan tvOne dan ANTV, atau baca vivanews.com. Ketiga media ini menyuguhkan berita-berita independen tanpa prasangka. Sementara media lain lebih berat untuk menjatuhkan ayah saya. Menurut saya ini bukan lantaran ketiga media itu milik keluarga Aburizal Bakrie, senior ayah saya di Golkar, tetapi media itu ditangani orang-orang profesional macam Karni Ilyas, maupun Uni Lubis.
Sesungguhnya, tak benar jika ayah serakah kekuasaan. Ayah saya sekadar bumper dari orang-orang lain. Kisruh calon ketua PSSI bukan lantaran ulah ayah saya, tetapi kerja tim verifikasi. Lalu, kenapa ayah saya yang dihujat? Ini kolektif PSSI bukan Nurdin Halid!
Buat apa ayah saya cari kekuasaan di PSSI? Toh sebagai pengusaha, ayah saya sudah kaya. Saya bangga punya ayah Nurdin Halid. Ia bertanggungjawab kepada keluarga. Ada hal berkesan darinya saat saya nikah tahun lalu. Ayah sungguh-sungguh memperhatikan kepentinganku. Aku bisa pesta di hotel mewah di Makassar, Hotel Clarion. Di ballroom pula! Pesta berlangsung meriah dengan balutan “kemegahan”. Ayah orang hebat, terbukti 8.000 orang undangan hadir di pesta pernikahanku.
Kata omku, Kadir Halid, khusus pesta pernikahan di Makassar menelan biaya Rp 1,5 miliar-Rp 1,8 miliar. Total biaya tiga acara, Jakarta, Makassar, dan Sinjai konon menghabiskan Rp 5 miliar. Untuk menghibur tetamu, keluarga juga menghadirkan artis ternama Tanah Air, duet Anang dan Syahrini. Mereka yang hadir di antara tamu very important (VIP) di antaranya Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo beserta istri Ayunsri Harahap yang memboyong belasan kepala dinas dan kepala biro di lingkup pemerintah provinsi (pemprov). Gubernur Sulbar Anwar Adnan Saleh beserta istri, mantan Gubernur Sulsel Amin Syam beserta istri, serta mayoritas bupati di daerah ini juga hadir. Mereka di antaranya Bupati Soppeng Andi Soetomo, Bupati Takalar Ibrahim Rewa, Bupati Jeneponto Andi Radjamilo, Bupati Pangkep Syamsuddin A Hamid, Bupati Maros Hatta Rahman, Bupati Lutim Hatta Marakarma, pimpinan dan anggota DPRD, serta politisi di Sulawesi ini.
Jadi, kalau ayah saya sebagai koruptor, jelas tak ada yang mau hadir dalam pesta perkawinanku. Mana ada lelaki yang mau sama putri seorang koruptor. Malah aku bisa dipersunting keluarga biru, Andi Seto Gadhysta Asapa, putra seorang politisi terkenal Rudiyanto Asapa. Coba, seorang politisi tentu enggan berbesanan dengan koruptor.
Mertuaku tahu, Nurdin Halid bukanlah koruptor. Ketika ayah menjadi direktur Inkud, ia rela ditahan karena memuluskan impor minyak goreng. Padahal ayah membantu para pejabat agar memperoleh bagian dari impor itu. Ayah rela pasang badan di bui demi pertemanan dengan yang lain. Begitupun saat dituduh korupsi cengkeh, ayah saya hanya menjalani jual-beli!. Lalu ada lagi ribut-ribut ayah saya korupsi di PSSI, walah musykil itu. Tak ada uang dari Persisam. Tak ada uang terkait cek perjalanan Miranda Gultom. Ayah saya orang bersih, tetapi iklhlas untuk jadi bumper teman-temannya.
Ayah saya bertanggung-jawab dengan nama Nurdin Halid yang berarti “cahaya agama yang kekal”. Setiap jengkap langkah ayah senantiasa berpayung agama. Maka, ayah pun mementingkan naik haji. Ayah ingin berjalan di jalur Tuhan, bukan syetan yang punya nafsu serakah. Rasanya, rakyat Indonesia keliru menilai ayah saya. Justru saya yang tahu persis, ayah saya orang bersih yang hebat. Sebab, kalau ayah buruk hati pasti ditinggalkan teman-temannya. Sampai sekarang, termasuk di PSSI, orang masih setia kepada ayah. Lihat Om Nugraha Besus. Lihat Om Nirwan Bakrie. Mereka loyal terhadap ayah, karena Nurdin Halid memang cahaya agama.
Mudah-mudahan surat terbuka saya ini menjadi pencerah bagi saudara-saudaraku yang terperangkap gelap. Ayah saya datang membawa cahaya buat saudara-saudara rakyat Indonesia. Terimakasih.
Saya yang membanggakan ayah,
Andi Nurhilda Daramata Asiah Indasari


Sedangkan balasan surat anak Nurdin Halid Andi Nurhilda Daramata Asiah Indasari langsung direspon oleh seseorang di Kompasiana di halaman lain menarik tentu isinya bagaimana konter pada surat sang putri bungsu ketua PSSI tersebut, mari kita simak bersama dengan seksama, semoga keluarga yang bersangkutan bisa membca dan melihatnya tentunya
Menarik sekali surat dari anda, mbak. Terlihat sekali bahwa anda sangat mencintai ayah anda (dan harusnya begitulah seorang anak bersikap kepada orang tuanya)
Tapi sejujurnya kita janganlah buta mata hati kita terhadap apa yg terjadi. Pro-kontra adalah hal yg biasa (temen saya dulu yg copet aja juga punya banyak temen, baca : pro). Gk ada salahnya anda memperhatikan apa yg terjadi dewasa ini, mungkin juga memperhatikan saya yg “kere” ini (tapi saya bangga, inilah hidup saya)
1. Saat (alm) ayah saya judi, karna gk kuat melawan dengan perbuatan maka saya lawan dengan sikap. Dan itulah cara saya berbakti.
2. Antv, tv0ne, vivanews.
Pernahkah memberitakan antusias masyarakat dengan hadirnya LPI ?
(malah yg ada memberitakan tentang wasit di skors, tim dicabut haknya, surat “FIFA”, menghalangi transfer pemain, mengancam deportasi, dll)

3. Kalo benar-benar “cahaya agama” bisa gk mengartikan kalimat ini :
“The members of Executive Committee… must not have been previously found guilty of criminal offense”

4. Bukan koruptor bisa jadi patokan bahwa yg hadir dalam pernikahan itu banyak ?
Jangan salah, mafia kalo anaknya nikah, yg hadir juga banyak loh mbak. Ditingkat lokal saja bandar judi juga pesta pernikahan anaknya diadakan besar-besaran (bahkan orang-orang penting juga banyak yg hadir)

5. Gk ada yg mau punya istri anak koruptor ?
Jangan salah, sekelas copet atau maling ayam aja juga punya anak, istri, mantu, besan.

6. Nugraha Besoes, Nirwan Bakrie royal kepada ayah anda ?
Jangan lupa mbak, semua penjahat paling hebat di dunia sekalipun pasti punya “tangan kanan”

7. Kalo benar “cahaya agama”, bagaimana seandainya kalau rakyat bawah (suporter) menuntut ayah anda mundur ?
Khalifah itu harus mengayomi kaumnya lho, bukan mengayomi “kroninya”

8. Mbak punya TV kan ?
Coba lihat Lensa Olahraga, ada gk liputan pertandingan LPI ?
(pembodohan, pembunuhan karakter)

9. Mbak punya HP kan ?
Coba klik vivanews, ada gk liputan pertandingan LPI ?
(lagi lagi intervensi media)

10. Kenapa LPI ilegal ? (versi PSSI)
Karena LPI tidak mendapat ijin dari PSSI.
Kenapa tidak dapat ijin ?
Apakah karena LPI tidak memberikan “fee” kepada PSSI ?
Kenapa ada Coppa Indonesia ?
Karena Coppa Indonesia memberikan “fee” kepada PSSI.
Kenapa PSSI merasa terancam dengan hadirnya LPI ?
Karena LPI lebih profesional tanpa mengandalkan APBN dan APBD dari klub yg notabene membantu “menyuburkan” neraca R/L PSSI.

11. Mbak, kenapa ayah anda gk mau PSSI dipimpin oleh George Toisutta atau Arifin Panigoro ? Padahal jelas program mereka untuk memajukan persepakbolaan Indonesia sangat nyata. Koq lebih memilih status quo ya mbak, apa karna ayah anda tidak punya “kekuasaan” lagi, keluarga anda gk bisa hidup ? (buktikan)
12. Ayah anda selalu menggunakan kata “demokrasi” dalam berbagai kesempatan. Apakah salah bila saya mengartikan demokrasi adalah :
Pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat ?
(karena ini konteks sepakbola, maka rakyat disini adalah suporter dan masyarakat pecinta sepakbola)

13. Ayah anda selalu menggunakan kata “statuta” dalam berbagai kesempatan. Tapi koq kenapa “statuta” yg dimaksud hanya untuk kepentingan pribadi dan golongannya, mereka-reka statuta agar mengganjal pihak laen, mereka-reka statuta agar bisa memuluskan diri sendiri.
Sekian dulu mbak, saya gk mau mempermasalahkan pihak pengadilan Samarinda yg telah mengganjal ayah anda, silahkan berjalan karna itulah proses hukum. Sampaikan salam saya kepada ayah anda, terimakasih telah memimpin PSSI selama 2 periode ini dengan segala baik & buruknya.
Jangan jadikan PSSI sebagai ajang kekuasaan, jadikan PSSI sebagai wadah untuk memajukan persepakbolaan Indonesia.
BRAVO SEPAKBOLA INDONESIA
Bagaimana mbak Andi tanggapan selanjutnya?
sumber sumber
Read More

24 Feb 2011

PERBEDAAN ROMAN, NOVEL, DAN CERPEN

Pernahkah anda membaca roman? Kisah-kisah legendaris Siti Nurbaya, Sengsara Membawa Nikmat, Layar Terkembang, Salah Asuhan, Katak Ingin Menjadi Lembu, Anak Perawan Di Sarang Penyamun, Jeumpa Aceh, Atheis, Hulubalang Raja, Di Bawah lindungan Ka’bah, Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk dan masih banyak lagi yang lain.
Saat ini roman sudah hampir punah dari dunia sastra Indonesia, padahal Roman adalah salah satu bentuk sastra yang terbaik sepanjang sejarah Indonesia. Dalam roman para penulisnya meniupkan ruh perjuangan bangsa Indonesia pada masa penjajahan Belanda, walaupun dengan bentuk yang samar-samar.
Yang menjadi pertanyaan apakah yang menjadi perbedaan antara roman dengan novel dan cerpen. Cerpen secara garis besar adalah sebuah cerita yang menceritakan sebuah peristiwa dalam hidup seseorang. Novel secara garis besar adalah sebuah cerita yang menceritakan sebagian kecil kisah kisah hidup seseorang. Sedangkan yang terakhir, roman, adalah sebuah cerita yang menceritakan tentang sebagian besar kisah hidup seseorang dan bentuk yang terbaik adalah yang menceritakan kisah hidup seseorang dari ia kecil sampai meninggal.
Berdasarkan kategori ini sebenarnya banyak juga novel yang dapat masuk dalam klasifikasi roman, akan tetapi orang kebanyakan seolah-olah terpaku bahwa roman adalah kisah yang ditulis oleh Anggatan Pujangga Baru dan angkatan-angkatan sebelumnya.
Tabel berikut ini menjelaskan perbedaan antara roman, novel, dan cerpen.
No Unsur Roman Novel Cerpen
1 Alur Kompleks Kompleks Sederhana
2 Konflik Mengubah nasib tokoh secara tragis Mengubah nasib tokoh Tidak mengubah nasib tokoh
3 Panjang cerita Menceritakan kehidupan tokoh secara mendetail sejak lahir sampai dewasa atau meninggal dunia Menceritakan sebagian besar kehidupan tokoh Menceritakan kehidupan tokoh yang dianggap penting
4 Penokohan Karakter tokoh disampaikan secara lebih mendetail Karakter tokoh disampaikan secara mendetail. Karakter tokoh tidak mendetail.
-
Antara Novel dan Cerpen
Istilah tentang novel antara negara satu dengan negara lain beragam. Dalam bahasa Jerman disebut Novelle. Sedangkan dalam bahasa perancis disebut Nouvelle. Kedua istilah tersebut dipakai dalam pengertian yang sama yaitu prosa yang agak panjang dan sederhana karena hanya menceritakan maksud kejadian yang memunculkan suatu konflik yang mengakibatkan adanya perubahan nasib pelakunya.
Beberapa pendapat mengenai novel dikemukakan oleh para ahli sastra. Namun sampai saat ini belum ada patokan yang dapat diterima oleh semua pihak.
Novel dalam arti umum berarti cerita berbentuk prosa dalam ukuran yang luas yaitu cerita dengan plot dan tema yang kompleks, karakter yang banyak dan setting cerita yang beragam. Novel merenungkan dan melukiskan realitas yang dilihat, dirasakan dalam bentuk tertentu dengan pengaruh tertentu atau ikatan yang dihubungkan dengan tercapainya gerak-gerik hasrat manusia.
Novel memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
1. Menceritakan sebagian kehidupan yang luar biasa
2. Terjadinya konflik hingga menimbulkan perubahan nasib
3. Terdapat beberapa alur atau jalan cerita
4. Terdapat beberapa insiden yang mempengaruhi jalan cerita
5. Perwatakan atau penokohan dilukiskan secara mendalam
Novel ialah suatu cerita dengan alur panjang mengisi satu buku atau lebih, yang mengarang kehidupan manusia, yang bersifat imajinatif, menceritakan kehidupan manusia hingga terjadinya konflik yang dapat menyebabkan perubahan nasib bagi para pelakunya.
Manfaat dari membaca novel adalah memberi kesadaran kepada pembaca tentang kebenaran-kebenaran hidup ini. Selain itu dapat memberikan kegembiraan dan kepuasan batin, memberikan penghayatan yang mendalam terhadap apa yang kita ketahui, serta dapat menolong pembacanya menjadi manusia yang berbudaya. Hasil cipta sastra akan selalu berbicara masalah manusia dengan segala permasalahan hidupnya, baik hubungan manusia dengan manusia, manusia dengan lingkungannya maupun manusia dengan penciptanya.
Hasil karya sastra novel mengandung keindahan yang dapat menimbulkan rasa senang, nikmat, terharu, menarik perhatian, menyegarkan perasaan pembaca, pengalaman jiwa yang terdapat dalam karya sastra memperkaya kehidupan batin manusia khususnya pembaca.
Adapun cerpen mengalami perkembangan yang sangat pesat ketika masa penjajahan Jepang. Pada masa itu segala sesuatu dituntut serba singkat dan cepat. Karena pengaruh suasana, maka dalam mengutarakan perasaannya pengarang juga mengikuti keadaan. Pengarang mengutarakan segala sesuatu secara singkat dan memilih medianya yaitu bentuk cerpen.
Cerpen singkatan dari cerita pendek. Oleh karena itu bentuknya yang pendek, maka yang ditampilkan oleh cerpen hanyalah sebagian saja dari kehidupan yang dialami oleh tokoh cerita.
Sebuah cerpen pada dasarnya menuntut adanya perwatakan yang jelas. Tokoh merupakan pusat sorotan dalam cerita. Unsur penokohan dalam cerpen terasa lebih dominan, daripada unsur yang lain. Dengan membaca cerpen seorang pembaca akan memahami karakter tokoh cerita yang dimiliki. Jadi, membaca cerpen tidak sekedar mengetahui jalan cerita tetapi mengetahui manusia dengan sifat-sifatnya.
Suatu hasil sastra dapat dikategorikan ke dalam cerita pendek harus dilihat dari ruang lingkup permasalahan yang ditampilkan dalam karya sastra tersebut. Biasanya cerpen hanya akan menampilkan satu pokok permasalahan saja dalam cerita. Karena permasalahan yang ditampilkan hanya satu atau permasalahannya tunggal, maka tidak memungkinkan tumbuhnya digresi dalam cerita pendek. Cerpen yaitu kisahan yang memberi kesan tunggal yang dominan tentang suatu tokoh dalam latar dan satu situasi dramatik.
Predikat pendek pada kata cerita pendek bukan ditentukan oleh banyaknya halaman untuk mewujudkan cerita itu atau sedikitnya tokoh yang terdapat dalam cerita itu, melainkan lebih disebabkan oleh ruang lingkup permasalahan yang ingin disampaikan oleh bentuk karya sastra tersebut. Jadi, sebuah cerita pendek belum tentu dapat digolongkan ke dalam jenis cerita pendek apabila tidak memenuhi ruang lingkup permasalahan yang dituntut oleh cerita pendek.
Berdasarkan uraian tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa cerpen hanya menceritakan permasalahan tunggal. Mengenai jumlah halaman tidak akan berpengaruh banyak terhadap jenis karya sastra ini. Cerita yang pendek belum tentu cerita pendek dan cerita agak panjang pun kadang-kadang dapat dikategorikan sebagai cerpen jika permasalahannya tunggal. Oleh karena permasalahannya tunggal, maka cerpen cenderung pendek.
Adapun perbedaan antara novel dan cerpen adalah sebagai berikut:
1. Dalam novel terjadi konflik batin, sedangkan dalam cerpen tidak harus terjadi.
2. Dalam novel, perwatakan digambarkan secara detail, sedangkan dalam cerpen, perwatakan digambarkan secara singkat
3. Novel memiliki alur lebih rumit, sedangkan dalam cerpen, akhir ceritanya sederhana.
4. Dalam novel, latar lebih luas dan waktunya lebih lama, sedangkan dalam cerpen, latar hanya sebentar dan terbatas.
5. Novel lebih panjang karangannya daripada cerpen, sedangkan cerpen lebih pendek karangannya.
6. Unsur-unsur cerita dalam novel lebih kompleks dan beragam dibandingkan cerpen, sedangkan unsur cerita dalam cerpen relatif sederhana dan pasti tunggal
7. Novel biasanya ditulis dalam minimal 100 halaman kuarto, sedangkan cerpen biasanya ditulis maksimal 30 halaman kuarto.
8. Jumlah kata dalam novel minimal 35.000 kata, sedangkan jumlah kata dalam cerpen maksimal 10.000 kata.
9. Lama untuk membaca novel kira-kira 30-90 menit, sedangkan waktu yang dibutuhkan untuk membaca cerpen hanya 10 menit (bacaan sekali duduk).
Read More

TOLONG DI KLIK YA :):)